Minggu, 24 Februari 2019

PAMERAN GIZI DAN KESEHATAN SUMBANG 2019


Kotayasa, 21 Februari 2019
Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Jakarta II telah melakukan Pameran Gizi dan Kesehatan yang dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Februari 2019 yang berlokasi di Kantor Kecamatan Sumbang. Adapun rangkaian acara yang diselenggarakan antara lain :
1. Jalan Sehat (peserta : masyarakat umum)
2. Lomba Cerdas Cermat Kader (peserta : kader posyandu)
3. Sumbang Mencari Bakat (peserta : usia 13-25 tahun)
4. Lomba Kreasi Isi Piringku (peserta : siswa SD kelas 4-5)
5. Lomba Poster Gizi Seimbang (peserta : 13-15 tahun)

Pameran Gizi dan Kesehatan merupakan puncak acara PKL (Praktik Kerja Lapangan) oleh mahasiswa Diploma Tiga (D3) dan Sarjana Terapan (D4) yang dilaksanakan selama 20 hari untuk D3 dan 32 hari untuk D4. Selama PKL berlangsung mahasiswa diharuskan untuk melakukan Keluarga Binaan pada balita atau ibu hamil yang mengalami masalah gizi diantaranya balita Bawah Garis Merah (BGM), balita yang tidak naik berat badannya selama 2x penimbangan posyandu (2T) dan ibu hamil dengan KEK (Kurang Energi Kronik) dan anemia. Adanya kegiatan Keluarga Binaan diharapkan dapat memperbaiki status gizi masyarakat ataupun dapat mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Selain perlombaan diatas, pada Pameran Gizi dan Kesehatan terdapat 10 stand yang ikut meramaikan dan memberikan edukasi pada masyarakat yang hadir, diantaranya :
Stand 1 : Masalah Gizi di Kecamatan Sumbang
Stand 2  : 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan)
Stand 3  : Gizi Balita dan PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak)
Stand 4  : Gizi Seimbang
Stand 5  : Teknologi Tepat Guna Pangan dan Gizi
Stand 6  : PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)
Stand 7  : Pemeriksaan Kesehatan dan Konseling Gizi Gratis
Stand 8  : Gizi Anak Sekolah
Stand 9  : Potensi Desa
Stand 10 : Bazar Pakaian dan Makanan Murah

Dari 19 desa yang ada di Kecamatan Sumbang, Desa Kotayasa berkesempatan untuk mengisi stand Gizi Seimbang bersama dengan Desa Banteran. Stand ini membahas tentang 10 Pesan Gizi Seimbang pengganti slogan 4 Sehat 5 Sempurna yang sudah tidak lagi digunakan.

Stand Gizi Seimbang


Gizi Seimbang merupakan susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan memantau berat badan secara teratur dalam rangka mempertahankan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi seperti gizi kurang dan gizi lebih. Pesan utama yang ingin disampaikan dalam gizi seimbang adalah terdapat 4 bintang yang harus dipenuhi dalam satu kali makan, yaitu sumber karbohidrat (nasi, jagung, singkong, ubi, dll), sumber protein hewani (ikan, daging, telur, unggas, dll), sumber protein nabati (tempe, tahu, oncom, kacang-kacangan), sayur dan buah.
Pesan Isi Piringku


Dari kelima lomba diatas, Desa Kotayasa berhasil merebut juara pertama dalam perlombaan Kreasi Isi Piringku dan Poster Gizi Seimbang. Peserta Kreasi Isi Piringku diwakili oleh Anisa Tri Zabirah dan Rani Widianingrum yang merupakan siswi kelas 5 SDN 1 Kotayasa. Makanan yang disajikan dalam perlombaan adalah nasi putih dengan lauk hewani ayam goreng kuning, lauk nabati rolade tahu, sayur sop dan sate buah. Zabir dan Rani (panggilan akrab) berhasil mengalahkan 36 siswa siswi perwakilan dari 18 desa yang ada di Kecamatan Sumbang.

Lomba Kreasi Isi Piringku


Selanjutnya, juara satu lomba menggambar Poster Gizi Seimbang berhasil diraih oleh Atiq Mardhiyah siswi SMPN 2 Baturraden. Dhiyah (sapaan akrab) merupakan siswi yang biasa mengikuti perlombaan menggambar di sekolah sejak sekolah dasar. Para peserta lomba merasa senang dapat mewakili Desa Kotayasa dan menjadi pemenang dalam perlombaan yang diadakan dalam Pameran Gizi dan Kesehatan oleh mahasiswa Poltekkes Kemenkes Jakarta II.

Lomba Poster Gizi Seimbang




Senin, 18 Februari 2019

Kotayasa, 07 Februari 2019
Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Jakarta II telah melakukan MMD (musyawarah masyarakat desa) yang dilaksanakan pada tanggal 07 Februari 2019 di Balai Desa.  MMD dilaksanakan dengan tujuan untuk menindak lanjuti masalah gizi dan kesehatan di Desa Kotayasa yang didapatkan dari hasil kegiatan Survey Mawas Diri pada bulan April 2018. Pada kegiatan MMD dipaparkan masalah gizi dan kesehatan di Desa Kotayasa serta rencana penanggulangan masalah yang dimusyawarahkan bersama perangkat desa, Ibu PKK, bidan dan karang taruna.
Adapun masalah gizi dan kesehatan yang didapatkan dari hasil SMD yaitu Balita ( Bawah Lima Tahun ) dengan laju pertumbuhan BGM ( Bawah Garis Merah), Stunting, Balita 2T ( 2x Tidak naik berat badan secara berturut-turut), Balita dengan status gizi kurang, Ibu Hamil Anemia dan KEK (Kekurangan Energi Kronis). Selain masalah gizi  yang terjadi di Desa Kotayasa ditemukan pula masalah kesehatan lainnya seperti masalah rendahnya kepemilikan jamban sehat, rendahnya kesadaran untuk mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, perilaku membuang sampah, serta sarana pembuangan sampah yang kurang. Hal ini merupakan faktor penyebab tidak langsung terjadinya masalah gizi dan kesehatan di Desa Kotayasa.
Berdasarkan hasil SMD dan MMD yang dilakukan rencana kegiatan Mahasiswa Gizi Poltekkes Kemenkes Jakarta II dalam jangka waktu 32 hari yaitu :
1. Penyuluhan Gizi dan Kesehatan
a. Gizi Seimbang
b. PHBS ( Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)
c. Sayur dan Buah
d. 1000 HPK ( Hari Pertama Kehidupan ) meliputi , Inisiasi Menyusu Dini (IMD), Asi Eksklusif, MPASI ( Makanan Pendamping Asi)
e. Laktasi ( Pelekatan Menyusui dan Produksi Asi)
f. Penyakit Tidak Menular ( Hipertensi, Diabetes Mellitus, dan Asam Urat)
2. Keluarga Binaan dengan sasaran :
a. Balita BGM ( Bawah Garis Merah), Balita 2T ( 2x Tidak naik berat badan secara berturut-turut ) dan Balita dengan status gizi kurang
b. Ibu Hamil Anemia dan KEK (Kekurangan Energi Kronis)
3. Pendampingan Posyandu dan Poslansia
4. Pelatihan dan Penyegaran Kader
a. Antropometri
b. KMS ( Kartu Menuju Sehat )
c. SIP ( Sistem Informasi Posyandu )
d. SKDN
e. Informasi Penyuluhan seperti Asi Eksklusif, IMD dan MPASI
5. Pendampingan lomba untuk Tingkat Kecamatan
a. Rangking 1
b. Jalan Sehat
c. Sumbang Mencari Bakat
d. Isi Piringku
e. Lomba Poster
6. Kegiatan Tambahan seperti les privat, menari, menyanyi dan lain-lain
7. Teknologi Tepat Guna
Melakukan suatu inovasi baru dengan menggunakan bahan dasar lokal yaitu Ikan Lele menjadi Nugget Lele.
8. Pameran Gizi dan Kesehatan
Kegiatan Pameran Gizi dan Kesehatan akan dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2019 di Kecamatan Sumbang.
9. Evaluasi Gizi
         




Minggu, 17 Februari 2019

Mahasiswa Harap Bawa Perubahan di Kotayasa

Kotayasa – Sejak tanggal 4 Februari 2019 lalu, sebanyak 8 mahasiswa Diploma IV Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II Jurusan Gizi melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) selama 32 hari di Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang.  PKL Manajemen Intervensi Gizi (MIG) ini bertujuan untuk melakukan intervensi gizi dan kesehatan sebagai upaya tindak lanjut pengumpulan data untuk Program Perencanaan Gizi (PPG) yang telah dilaksanakan pada April 2018 lalu. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesehatan masyarakat desa sehingga dapat mengurangi masalah-masalah kesehatan dalam lingkup desa.


Perlu disadari bahwa gizi masih menjadi masalah yang menyebabkan rendahnya kualitas hidup masyarakat, sehingga perlu dijadikan perhatian khusus terutama pada ibu dan anak. Saat ini Indonesia menghadapi beban ganda masalah gizi, yaitu gizi kurang dan gizi lebih. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dirumuskan gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) yang artinya 270 hari selama kehamilan dan 730 hari dari kelahiran ampai usia 2 tahun yaitu pada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 0-23 bulan.

Untuk mewujudkan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik tersebut, mahasiswa melakukan beberapa kegiatan, antara lain penyuluhan terkait masalah gizi dan kesehatan, pelatihan untuk Kader Posyandu maupun Poslansia, melakukan praktik Teknologi Tepat Guna (TTG) dengan mengolah suatu produk bahan makanan lokal menjadi produk yang lebih menarik dan bermanfaat dari segi nilai gizi bagi masyarakat, serta melaksanakan program keluarga binaan sesuai dengan intervensi yang telah direncanakan. Selain itu, mahasiswa juga melakukan kegiatan tambahan berupa les private untuk murid Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar,

Terdapat puncak kegiatan PKL ini yaitu berupa pameran gizi yang akan dilaksanakan pada 21 Februari 2019 mendatang di Kantor Kecamatan Sumbang. Adapun rangkaian kegiatan pameran ini antara lain lomba Sumbang Mencari Bakat, Poster Gizi Seimbang, Jalan Sehat, Ranking Satu untuk Kader, dan Isi Piringku. Perlombaan ini diikuti oleh perwakilan dari 19 desa, salah satunya ialah Desa Kotayasa. Dalam upaya mendukung kegiatan ini, mahasiswa melakukan pembinaan pada setiap peserta yang mengikuti lomba tersebut.

Adapun 8 mahasiswa yang mengikuti kegiatan PKL ini antara lain: 
1. Aldiana Mustikaning Henandi
2. Firdaus Kevin Manurung
3. Gita Kurniasih
4. Hijriati Fajarini Hanifa
5. Husnul Khatimah
6. Irma Uswatun Hasanah
7. Sitta Nur Fadillah
8. Sonya Esther


Sabtu, 31 Januari 2015

SARANA PENDIDIKAN


Desa Kotayasa memiliki sarana Pendidikan sebagai berikut:

Pendidikan Pra sekolah
  1. PAUD Langit Biru
  2. PAUD Indah Mentari
  3. PAUD Pelangi
  4. TA Miftahusalam
  5. TK Pertiwi Kotayayasa
Pendidikan Dasar
  1. SD Negeri 01 Kotayasa
  2. SD Negeri 02 Kotayasa
  3. SD Negeri 03 Kotayasa
  4. SD Negeri 04 Kotayasa

WILAYAH DESA KOTAYASA

Desa Kotayasa
     Luas wilayah desa Kotayasa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas sekitar 5.580  ha, dengan keadaan wilayah antara daratan dan pegunungan dengan struktur pegunungan terdiri dari sebagian lembah sungai pelus untuk tanah pertanian, sebagian dataran tinggi untuk pemukiman dan pekarangan, dan sebagian pegunungan untuk perkebunan dan hutan tropis terletak di lereng Gunung Slamet sebelah selatan. Bumi dan kekayaan Desa Kotayasa masih tergolong potensial karena terdapat pegunungan Slamet dengan ketinggian puncak dari permukaan air laut sekitar 3.400M dan masih aktif.
        Keadaan cuaca dan iklim di desa Kotayasa memiliki iklim tropis basah. Karena terletak di antara lereng pegunungan jauh dari pesisir pantai maka pengaruh angin laut tidak begitu tampak. Namun dengan adanya dataran rendah yang seimbang dengan pantai selatan angin hampir nampak bersimpangan antara pegunungan dengan lembah dengan tekanan rata-rata antara 1.001 mbs, dengan suhu udara berkisar antara 21,4° C - 30,9° C.

Batas wilayah
Utara       : Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang
Selatan    : Desa Banjarsari Wetan,Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang
Barat       : Desa Kemutug Kidul, Karang Salam Kecamatan Baturaden
Timur       : Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang

Pembagian Wilayah
Desa Kotayasa terdiri atas 3 Wilayah Dusun yang tiap-tiap dusun dikepalai oleh seorang Kepala Dusun, atau bau dalam sebutan lain. Tiap tiap Kadus memiliki tanggungjawab kewilayahan mengenai kegiatan pembangunan, kesejahteraan, keamanan dan ketertiban masyarakat. Kepala Dusun bertanggungjawab secara moral kepada wilayah yang dipimpinnya dan bertanggungjawab kepada Kepala Desa.
Pembagian ke-3 wilayah dusun itu sebagai berikut: 

Wilayah Dusun I
Kadus I Terdiri dari 2 wilayah RW yaitu Rw 02 dan Rw 03
RW 03 terdiri atas 10 Wilayah Rt dan RW 03 terdiri atas 11 Wilayah RT.
Kadus I terletak di bagian Barat desa Kotayasa , di wilayah Kadus I ada sebutan wilayah khusus, seperti Dukuh peken ( RW 3 Bagian Utara) Kauman ( Rw 2 Bagian Barat)
Saat ini Kadus I dipegang oleh saudara Suroso

Wilayah Dusun II
Kadus II Terdiri dari 2 wilayah RW yaitu Rw 04 dan Rw 06
RW 04 terdiri atas 9 Wilayah Rt dan RW 06 terdiri atas 9 Wilayah RT.
Kadus II sering disebut sebagai wilayah Genting, terletak di Kotayasa bagian Timur Laut.
Saat ini Kadus II dipegang oleh saudara Aris Wibowo

Wilayah Dusun IlI
Kadus III Terdiri dari 2 wilayah RW yaitu Rw 01 dan Rw 05
RW 01 terdiri atas 10 Wilayah Rt dan RW 05 terdiri atas 7 Wilayah RT.
Di wilayah Kadus III ada sebutan khusus, seperti Glempang (RW 05)
Saat ini Kadus III dipegang oleh saudara Saryono

MENUJU DESA BERBASIS INFORMASI INTERNET



          Meskipun sejak tahun 90-an di desa Kotayasa sudah ada fasilitas jaringan internet, namun baru pada tahun 2015 ini secara resmi pemerintah desa Kotayasa berlangganan internet, selain ketiadaan pos anggaran untuk kegiatan tersebut juga belum adanya program kerja yang membutuhkan teknologi tersebut. 
          Namun demikian secara pribadi sejak tahun 2010 Pemerintah desa Kotayasa sudah berupaya memberikan informasi berbasis internet melalui blog ini. Meski dikelola secara pribadi namun ternyata antusias masyarakat desa Kotayasa yang berada di luar daerah cukup tinggi. Ini dibuktikan dengan tingginya tingkat kunjungan pembaca.
        Pada tahun 2015 ini, desa kotayasa masuk dalam program desa berbasis internet, program tersebut nantinya berupaya agar kebijakan dan program kerja pemerintah dapat di akses oleh masyarakat dengan mudah.
Selain manfaat tersebut diatas pemerintah desa juga berupaya agar masyarakat mulai tertarik dengan teknologi tersebut dan dapat berperan aktif dalam turut membangun desa. Saran dan masukan yang baik untuk desa sangat diharapkan sebagai wujud kebijakan pemerintah dalam penyelenggaraan pemerintahan yang berbasis kepada aspirasi rakyat (buttom up planing).


Jumat, 30 Januari 2015

SEJARAH DESA KOTAYASA



     
    Secara pasti  kapan desa Kotayasa berdiri sebagai sebuah Pemerintahan Desa sampai sekarang belum dapat digali keterangan yang pasti. Berdasarkan penelusuran kami terhadap para saksi sejarah yang secara turun temurun menceritakan kepada generasi berikutnya didapat kesimpulan sebagai berikut:
     Desa Kotayasa ada seiring dengan perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda, pada masa itu desa Kotayasa pernah dipimpin oleh beberapa Lurah diantaranya adalah Lurah Cak Bawa, Lurah Cak Truna, Lurah Bujang, dan Lurah Dipawikrama. 
     Pada Periode ini tidak didapat keterangan yang pasti kapan mereka menjabat dan sampai kapan mereka mengahirinya juga tentang kiprah dalam kepemimpinannya.
Pada tahun kurang lebih 1930-an barulah didapat perjalanan sejarah yang jelas. Pada saat itu sampai dengan tahun 1974 Desa Ketayasa (nama saat itu) dipimpin oleh seorang Lurah  bernama Ki Prodjo Tarmedjo. Pada saat pemerintahannya desa Ketayasa masih sangat sederhana bahkan masih seperti sebuah kekeratonan jawa. Hal ini dapat dilihat dari pusat pemerintahan yang berada di kediaman sang Lurah. 
      Pada waktu itu Kotayasa sudah dibagi dalam tiga wilayah kadus yaitu : Ketayasa, Gelempang dan Genting, Pada masa itu sekolah sekolah masih berada di rumah-rumah penduduk dan Pasar Kotayasa, yaitu pasar Tong Barang masih sangat sedrehana. Pemerintaahan Ki Prodjo tarmedjo berahir pada tahun 1974 dan kemudian dilanjutkan oleh Lurah baru, yaitu oleh Bapak S Edy Sukirno.
     Lurah S. Edy Sukirno adalah lurah hasil pilihan rakyat secara modrn pertama di Kotayasa, pada waktu itu pemilih adalah  Kepala Keluarga bukan jiwa pemilih seperti sekarang ini, Dalam pemilihan yang diikuti oleh tiga orang tokoh masyarakat yaitu: Bapak Sampurno dengan tanda gambar teplok, Bapak Ardjo dengan tanda gambar Petromak dan Bapak S.Edy Sukirno dengan tanda gambar Cangkul. Dalam kesempatan itu Bapak S Edy Sukirno terpilih sebagai Kepala Desa Kotayasa. Bapak S Edy Sukirno selama masa jabatanya 1975- 1989 ( tahun) mencatat prestasi yang sangat gemilang, diantaranya:
  1. Pembangunan Balai Desa Kotayasa, sebagai Pusat Pemerintahan Desa Kotayasa
  2. Pembangunan 4 buah Sekolah Dasar Negeri dari dana INPRES, yang berlokasi 2 di Kadaus I ( SD N 1 Kotayasa dan SD N 4 Kotayasa ) 1 di Kadus II ( SD N 2 Kotayasa) dan 1 di Kadus III ( SD N 3 Kotayasa)
  3. Pembangunan bendungan “Damar Payung” yang dapat mengaliri sebagian besar persawahan di Kotayasa sebelah barat.
  4. Masuknya jaringan listrik PLN.
  5. Pembangunan pipa saluran air bersih ke pemukiman dari mata air “Damar Payung”
  6. Pengaspalan jalan Desa yang pertama kali, kerjasama antara Pemerintah Desa Kotayasa dengan Program ABRI Masuk Desa ( AMD)
  7. Penataan kelembagaan yang jelas yaitu dengan dibaginya wilayah menjadi 5 wilayah RW.
  8. Penataan Kelembagaan desa.
  9. Pembangunan Lapangan “Manunggal Desa Kotayasa” ,
  10. Berhasil menjadi juara III Ronda Kentongan tingkat Kabupaten (1990) dan juara I ( 1991)
  11. Pembangunan fasilitas MCK dibebarapa tempat-tempat setrategis
  12. Penataan pasar dengan dibangunya 3 kios pasar secara permanen
  13. dan masih banyak pembangunan-pembangunan lain yang dapat dirasakan masyarakat Desa Kotayasa.
Kepemimpinan berikutnya yaitu bapak Rosidi. Rosidi menjadi Kepala Desa setelah berhasil mengalahkan pesaingnya yaitu: Dardjo ( Kacang), Rinto (Kelapa), Narkum (Padi) dan Mantan Kepala Desa sebelumnya yaitu bapak S.Edy Sukirno ( Ketela). Hasil Pembangunan pada masa Pemerintahan Rosidi adalah sebagai berikut:
  1. Perehaban balai Desa Kotayasa
  2. Penataan Pasar Desa Kotayasa dengan menambah beberapa Kios dan Los
  3. Pembangunan jembatan penghubung antar wilayah Kadus, diantaranya Jembatan Kali Sat
  4. Pelebaran jalan dan pembangunan jembatan menuju Baturmacan.
  5. Berhasil menjadi juara I Tingkat Propinsi dalam lomba Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat Desa/UKGMD.
  6. Pengaspalan ruas jalan penghubung antar wilayah Kadus.
  7. dan masih banyak pembangunan-pembangunan lain yang dapat dirasakan masyarakat Desa Kotayasa.
Periode berikutnya adalah Kepala Desa Sudiyanto, Sudiyanto merupakan Kepala Desa produk Orde Reformasi. Bapak Sudiyanto terpilih sebagai Kepala Desa Kotayasa dengan tanda gambar padi dengan mengalahkan 4 pesaingnya yaitu: Endro Sigiyo (Kelapa), Toto Diardjo (Ketela), dan Pujo Harsono ( Jagung).
Hasil Pembangunan pada masa Pemerintahan Sudiyanto adalah sebagai berikut:
  1. Pembangunan saluran air bersih ke pemukiman di wilayah Kadus III (Glempang).
  2. Pengaspalan jalan Dipasari menuju grumbul terisolir di wilayah Batur Macan ( Genting).
  3. Pengaspalan jalan di wilayah RW II sepanjang 1800 m. 
  4. Pengaspalan jalan Cinangka sepanjang 1900 m
  5. Pengaspalan jalan Arsamedja sepanjang 1900 m.
  6. Pembaukaan jalan tembus Kotayasa- Gandatapa sepanjang 2000 m. 
  7. Pembanguna Bendung Si Robet di wilayah pertanian Genting.
  8. Pembangunan Gedung TK Pertiwi Kotayasa.
     Periode berikutnya yaitu Kepala Desa Sarno, Bapak Sarno menjadi kepala Desa setelah berhasil terpilih dalam Pilkades 2007.
Hasil Pembangunan pada masa Pemerintahan Sarno adalah sebagai berikut:
  1. Melanjutkan program pendahulunya (Bpk.Sudiyanto) dalam usaha menambah jaringan listrik di Grumbul Baturmacan.
  2. Pengaspalan jalan Pramuka sepanjang 1500 m.
  3. Pembangunan jalan tembus Kotayasa Banjarsari Kulon
  4. Rehab Pendopo Balai Desa Kotayasa.
  5. Pembangunan jalan tembus Kotayasa Limpakuwus.
  6. Pembangunan gedung PAUD Indah Mentari.
  7. Pembangunan jalan tembus Kotayasa -Banjarsari Kulon.
  8. Pemekaran Kadus I menjadi Kadus 01 dan Kadus 04 
Periode berikutnya yaitu Kepala Desa Nani, Ibu Nani menjadi kepala Desa setelah berhasil terpilih dalam Pilkades 2013.
Hasil Pembangunan yang sudah dilaksanakan sampai sekarang adalah:
  1. Pembangunan Jembatan Kasembadan senilai Rp. 108.000.000, yang berasal dari Bantuan Gubernur 100 Jt dan sisanya swadaya masyarakat.
  2. Pembangunan gedung PAUD Langit Biru dengan dana bersumber dari program PNPM 2013 sebesar 119 Jt
  3. Pembanguan gedung PKD, bersumber dari program PNPM 2014 sebesar 108 Jt.
  4. Pembangunan Los Pasar bagian utara, bersumber dari Bantuan Gubernur tahun 2013, sebesar 20 Jt
  5. Pembangunan Los Pasar bagian tengah, bersumber dari Bantuan Bupati sebesar 75 jt
  6. Pengaspalan Jalan Tembus Kotayasa-Gandatapa, bersumber dari Bantuan Bupati lewat program TMMD sebesar 100 Jt
  7. Rabat Beton Jalan Lingkungan , bersumber dari bantuan APBN lewat program PPIP sebesar 250 Jt
  8. Penambahan jaringan air bersih wilayah RW 3 dari program PAMSIMAS sebesar 250 Jt
Demikian perkembangan sejarah pembangunan desa Kotayasa sampai saat ini. 

VISI DAN MISI

Visi

Terwujudnya masyarakat yang sejahtera religius dengan tetap mengedepankan budaya kekeluargaan dan kegotong royongan.



Misi:
  1. Mewujudkan keamanan masyarakat yang mampu menjaga keamanan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumberdaya pedesaan, dan mencerminkan kepribadian masyarakat sebagai masyarakat yang berbudaya.
  2. Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan dan demokratis berlandaskan Negara hukum.
  3. Mewujudkan desa Kotayasa sebagai basis perdagangan dan pertanian di wilayah Sumbang bagian utara
  4. Mewujudkan kualitas hidup masyarakat yang tinggi, maju dan sejahtera.
  5. Mewujudkan desa yang berdaya-saing
  6. Mewujudkan Kotayasa menjadi desa  yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional.
  7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.

Susunan BPD Desa Kotayasa

         Desa Kotayasa memilki Keanggotaan BPD sebanyak 13 Orang yang merupakan perwakilan dari unsur kewilayah, Profesi, Tokoh Masyarakat, Tokoh Kelembagaan, Kepemudaan dan Agama.
Susunan BPD Desa Kotayasa saat ini yaitu:
  1. Ketua                                           :  Kardjito Spd
  2. Wakil Ketua                                  : Widi Haryono, Spdi
  3. Seksi Bidang Pemerintahan         : Makmur Yuandi
  4. Seksi Bidang Pembangunan        : Ramuji
  5. Seksi Bidang Kesra                      :Barno
  6. Seno
  7. Rapingi
  8. Suyitno
  9. Nursalim
  10. Tarlim

Selasa, 27 Januari 2015

OPTIMALISASI PASAR DESA SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN ASLI DESA DAN MATA PENCAHARIAN MASYARAKAT

        Desa Kotayasa merupakan salah satu desa dari sekian desa di Kabupaten Banyumas yang memiliki Pasar Teradisional. Pada ahir ahir ini bagi desa yang memiiki pasar desa , ada hal yang cukup menggembirakan, yaitu dengan adanya perhatian yang cukup besar dari Pemerintah Propinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Banyumas.

    Wujud perhatian Pemerintah Kabupaten Banyumas yaitu dengan diundangkanya peraturan Bupati Banyumas Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Penghentian Sementara Pemberian Ijin Toko Modrn. Peraturan tersebut jelas jelas sangat membantu bagi masyarakat kecil, terutama yang biasa berdagang di pasar tradisional. Perhatian lainnya yaitu dengan Pemberian Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa yang wajib digunakan untuk pembenahan Pasar Desa. 

     Melalui program tersebut diatas, Pasar Desa Kotayasa mendapat bantuan sebesar Rp.75.000.000,00 (Tujuh puluh lima juta rupiah). Dana sebesar itu sesuai dengan proposal yang diajukan pemerintah desa, dan hasil kunjungan tim verifikasi kelayakan penerima bantuan yang terdiri dari BAPERMAS PKB Kabupaten Banyumas dan dinas terkait,  diperuntukan untuk membangun dan membebaskan Los sisi tengah bagian barat dengan luas bangunan 8 x 13 m2. Pembangunan sedang berjalan setelah melalui berbagai pertimbangan dan bermusyawarah dengan pedagang dan pengelola pasar.

        Membebaskan, ya demikian istilah yang dipakai. Hal ini cukup beralasan karena pasar desa kotayasa yang berdiri diatas tanah kas desa selama ini penguasaanya berada pada pedagang. Indikatornya yaitu pedagang dengan leluasa memindahtangankan hak pakai tempat kepada siapapun tanpa ada persetujuan dari pemerintah desa. Kondisi yang semestinya pemindahtanganan hak pakai tempat berada pada Pemerintah Desa.

      Melalui Bantuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyumas berharap, pemerintah desa Kotayasa mampu menguasai secara utuh tempat-tempat berjualan di pasar desa Kotayasa dan mengelolanya secara berkeadilan. Pedagang tidak perlu susah susah mengeluarkan modal yang cukup banyak untuk membuat tempat berjualan, tapi cukup dengan menyewa ke Pemerintah Desa Kotayasa dengan sistem tahunan. Dan Pendapatan Asli Desa juga semakin meningkat, yang tadinya tidak ada sewa kios, karena kios dibuat pedagang kini menjadi ada karena Kios menjadi bagian dari aset desa.